PLTS Makassar: PLTS Atap & Baterai untuk Pabrik dan Cold Storage
Makassar adalah simpul distribusi Indonesia Timur: Kawasan Industri Makassar (KIMA) di utara kota, gudang dan cold storage di sekitar Pelabuhan Soekarno-Hatta dan Makassar New Port, serta pabrik pengolahan hasil laut, pakan dan bahan bangunan. Untuk PLTS Makassar kami menangani EPC lengkap, termasuk pengiriman material dari Jawa dan pengajuan PLTS atap ke PLN UID Sulselrabar.
Iradiasi Sulawesi Selatan termasuk tinggi, sehingga hitungan awal kami memakai 1.400–1.500 kWh per kWp per tahun — di atas patokan Jawa. Untuk fasilitas yang tidak boleh berhenti, PLTS sering kami pasangkan dengan baterai (BESS) dan genset yang sudah ada.
KIMA, pelabuhan & fasilitas yang tidak boleh berhenti
Pabrik di KIMA umumnya bangunan baja satu lantai dengan atap metal; beban tambahan PLTS 12–15 kg/m² kami verifikasi lewat pengecekan gording. Cold storage ikan dan udang di sekitar pelabuhan punya beban kompresor sepanjang hari dan tidak boleh kehilangan daya lama. Di sini konfigurasi yang kami hitung biasanya tiga lapis: PLTS memotong kWh PLN siang hari, baterai mengambil alih beban kritis saat gangguan singkat, dan genset tetap menjadi cadangan panjang dengan konsumsi solar yang lebih rendah.
Logistik material dari Jawa ke Makassar
Modul, inverter, baterai dan struktur untuk proyek di Makassar dikirim dari Jawa dengan kapal kontainer, lalu dengan truk ke lokasi. Karena kiriman susulan memakan waktu, daftar material kami kunci sebelum pengapalan, termasuk cadangan modul, fuse DC, konektor dan klem. Baterai lithium diangkut sebagai barang berbahaya sesuai aturan angkutan laut, sehingga jadwal pengirimannya kami ajukan lebih awal.
Contoh perhitungan 350 kWp untuk cold storage
Contoh ilustrasi, bukan proyek nyata — cold storage golongan I-3/TM dengan beban siang di atas 350 kW:
| Komponen | Cold storage 350 kWp |
|---|---|
| PLTS di atap gudang beku | 350 kWp |
| Investasi EPC (Rp 10–12 juta/kWp) | Rp 3,5–4,2 miliar |
| Produksi tahunan (1.400–1.500 kWh/kWp) | 490.000–525.000 kWh |
| Tarif I-3/TM jam LWBP — perkiraan, cek tarif triwulan berjalan | ≈ Rp 1.100/kWh |
| Nilai kWh PLN yang tidak dibeli per tahun | Rp 539–577,5 juta |
| Payback sederhana (tanpa baterai) | ± 6,1–7,8 tahun |
| Opsi BESS 200 kWh (Rp 6–8 juta/kWh) | + Rp 1,2–1,6 miliar |
Nilai baterai tidak kami masukkan ke payback di atas, karena manfaatnya berasal dari solar genset yang dihemat dan kerugian produk yang dicegah saat listrik padam — dua angka yang harus dihitung dari data fasilitas Anda. Biaya logistik ke Makassar ikut dihitung dalam penawaran; harga baterai per kWh dan PLTS per kWp tercantum di halaman harga.