PLTS Tangerang: PLTS Atap untuk Gudang Logistik & Pabrik
Tangerang punya dua wajah: sabuk pabrik dan gudang di barat — Jatake, Cikupa, Millennium Industrial Estate hingga Balaraja — serta pergudangan modern dan perkantoran di BSD, Alam Sutera dan Cikokol. Untuk PLTS Tangerang kami menangani EPC lengkap, termasuk pengajuan PLTS atap ke PLN UID Banten dan SLO.
Masalah khas di sini bukan kurang atap, melainkan atap yang terlalu luas dibanding beban. Gudang logistik bisa punya atap untuk 1,5 MWp, sementara beban siangnya hanya sekitar 600–700 kW.
Kawasan pergudangan & industri Tangerang yang kami layani
Jatake dan Jatiuwung berisi pabrik lama — plastik, logam, alas kaki — dengan atap yang perlu dicek umurnya. Cikupa, Millennium dan Balaraja lebih banyak pabrik dan gudang baru berbentang lebar. Pergudangan di sekitar BSD, Cikokol dan akses bandara melayani distribusi e-commerce dan ritel: bebannya penerangan, conveyor sortir, pengisian forklift dan ruang berpendingin, yang sebagian besar memang berjalan siang hari. Kantor dan ritel di BSD serta Alam Sutera cocok dipadukan dengan solar carport di area parkir.
Atap metal deck ringan & kapasitas sesuai beban
Gudang baru di Tangerang sering dibangun dengan rangka baja ringan dan metal deck tipis — hemat material, tetapi margin bebannya kecil. Beban PLTS 12–15 kg/m² kami cek per bentang; bila margin tipis, kami pakai modul lebih ringan, klem non-penetrasi, atau mengosongkan zona yang lemah. Setelah struktur aman, kapasitas kami tentukan dari beban siang, bukan dari luas atap, karena kelebihan produksi yang dikirim ke jaringan PLN tidak bernilai sebesar kWh yang dipakai sendiri.
Contoh perhitungan: atap muat 1,5 MWp, dipasang 600 kWp
Contoh ilustrasi, bukan proyek nyata — gudang distribusi golongan B-3/TM dengan atap efektif sekitar 9.000 m² dan beban siang 600–700 kW. Mengisi atap penuh (1,5 MWp) berarti investasi sekitar Rp 13,5–16,5 miliar, padahal di tengah hari produksinya jauh melampaui beban gudang. Kapasitas yang kami usulkan:
| Komponen | Gudang 600 kWp |
|---|---|
| Kapasitas yang diusulkan | 600 kWp (± 3.000–4.200 m² atap) |
| Investasi EPC (Rp 9–11 juta/kWp) | Rp 5,4–6,6 miliar |
| Produksi tahunan (1.300–1.400 kWh/kWp) | 780.000–840.000 kWh |
| Tarif B-3/TM jam LWBP (perkiraan) | ≈ Rp 1.100/kWh |
| Penghematan tagihan setahun | Rp 858–924 juta |
| Payback sederhana | ± 5,8–7,7 tahun |
Sisa atap tetap berguna: struktur dan jalur kabel bisa kami siapkan agar kapasitas ditambah ketika beban naik — misalnya saat gudang menambah ruang berpendingin atau otomasi. Untuk kapasitas lain, lihat tabel harga per kWp.