Pengisian EV Tenaga Surya
Elektrifikasi armada hanya benar-benar hemat jika listrik untuk mengisinya juga murah dan bersih. Mengisi kendaraan listrik dengan listrik surya yang Anda produksi sendiri memutus dua biaya sekaligus: tagihan BBM dan tarif listrik komersial. Untuk perusahaan logistik dan fasilitas dengan armada, ini adalah langkah dekarbonisasi dengan ROI yang nyata.
Kami merancang sistem pengisian EV yang terintegrasi dengan PLTS dan opsional baterai, sehingga pengisian malam hari pun tetap bisa memakai energi surya tersimpan. Sistem mencakup AC charger untuk pengisian rutin dan DC fast charger untuk kebutuhan cepat.
Lingkup khas komersial
Dari beberapa titik AC charger 7–22 kW untuk parkir karyawan, hingga DC fast charger 60–150 kW untuk depo armada — sering dipadukan dengan solar carport di atasnya.
Komponen & lingkup
- AC charger 7–22 kW dan/atau DC fast charger 60–150 kW.
- Integrasi dengan PLTS, baterai dan manajemen beban (load balancing).
- Sistem pembayaran/otorisasi dan pelaporan penggunaan.
Untuk siapa
Perusahaan logistik dengan armada EV, fasilitas komersial yang menyediakan charging untuk karyawan/pengunjung, dan operator yang ingin menggabungkan PLTS dengan elektrifikasi transportasi.
Timeline & O&M
Instalasi charger umumnya 1–3 minggu. O&M mencakup update firmware, kalibrasi dan pemantauan ketersediaan.
ROI
ROI bergantung pada intensitas pemakaian armada dan selisih biaya BBM vs listrik surya. Untuk armada aktif, payback charging surya sering di bawah 5 tahun.
Estimasi harga (indikatif)
Patokan indikatif 2026:
| Sistem | Tipe | Harga indikatif |
|---|---|---|
| AC charger 7–22 kW | Per titik terpasang | Rp 25–60 juta |
| DC fast charger 60–150 kW | Per titik terpasang | Rp 350–900 juta |
| Integrasi PLTS + baterai | Per proyek | Sesuai lingkup |
Indikatif — minta katalog untuk konfigurasi dan penawaran.
Pengisian EV ideal dipadukan dengan solar carport. Kami melayani fasilitas di Jakarta, Tangerang dan Surabaya.