PLTS Cikarang: PLTS Atap MWp untuk Pabrik Jababeka, EJIP & Delta
Cikarang adalah kumpulan kawasan industri besar di Kabupaten Bekasi — Jababeka, EJIP, Delta Silicon di Lippo Cikarang, BIIE (kawasan Hyundai) dan GIIC di Kota Deltamas. Hall produksinya luas dan banyak tenant adalah bagian dari grup multinasional dengan target pengurangan emisi, sehingga PLTS Cikarang umumnya dihitung mulai 1 MWp. Kami menangani paket EPC penuh: desain, suplai, instalasi, sambungan ke PLN UID Jawa Barat, SLO dan monitoring.
Pada skala megawatt, keputusan teknis yang paling berpengaruh ke biaya adalah arsitektur inverter (string atau central), titik sambung di sisi trafo pabrik, dan jadwal kerja yang tidak mengganggu lini produksi. Ketiganya kami kunci di tahap desain, sebelum material dipesan.
Jababeka, EJIP, Delta Silicon, GIIC: yang perlu disiapkan pabrik
Setiap kawasan punya pengelola dengan aturan kerja sendiri: izin kerja kontraktor, jam bongkar muat, akses crane, dan standar K3 yang sering ditambah aturan internal pabrik. Di Jababeka dan EJIP banyak pabrik elektronik, otomotif dan kimia yang sudah beroperasi puluhan tahun — umur atap dan kondisi gordingnya perlu dicek lebih teliti. Delta Silicon dan GIIC berisi lebih banyak bangunan baru; gambar strukturnya biasanya masih tersedia, sehingga perhitungan beban lebih cepat.
Tenant multinasional biasanya meminta dokumen tambahan: rencana K3 dan izin kerja di ketinggian, method statement, jadwal shutdown untuk penyambungan, dan data produksi bulanan untuk pelaporan emisi. Semua itu masuk lingkup kami, termasuk monitoring & SCADA yang datanya bisa diekspor ke sistem pelaporan korporat.
Atap hall produksi & sambungan tegangan menengah
Hall produksi di Cikarang umumnya beratap metal deck bentang lebar dengan kemiringan rendah — cocok untuk klem tanpa penetrasi dengan beban tambahan sekitar 12–15 kg/m². Untuk 1 MWp dibutuhkan sekitar 5.000–6.000 m² atap bersih. Karena pabrik di sini tersambung ke jaringan 20 kV lewat trafo sendiri, output inverter kami sambungkan ke panel distribusi tegangan rendah (LVMDP) di sisi trafo pabrik, dengan proteksi dan pembatas ekspor sesuai persyaratan PLN. Kapasitas maksimal mengikuti daya tersambung dan aturan PLTS atap yang berlaku. Bila atap tidak cukup, lahan kosong bisa dipakai untuk PLTS ground-mount dengan patokan Rp 8,5–10,5 juta per kWp untuk 1–10 MWp.
Contoh perhitungan pabrik 1 MWp di Cikarang
Contoh ilustrasi, bukan proyek nyata — pabrik dua shift golongan I-3/TM dengan beban siang minimum di atas 1 MW:
| Parameter pabrik 1 MWp | Ilustrasi |
|---|---|
| Kapasitas atap | 1 MWp (1.000 kWp) |
| Jumlah modul 550–620 Wp | ± 1.610–1.820 modul |
| Atap bersih yang dibutuhkan | ± 5.000–6.000 m² |
| Investasi EPC (Rp 9–11 juta/kWp, kelas 500 kWp–1 MWp) | Rp 9–11 miliar |
| Produksi tahunan (1.300–1.400 kWh/kWp) | 1.300–1.400 MWh |
| Tarif I-3/TM jam LWBP (perkiraan) | ≈ Rp 1.100/kWh |
| Hemat tagihan per tahun | Rp 1,43–1,54 miliar |
| Payback sederhana | ± 5,8–7,7 tahun |
Di atas 1 MWp harga per kWp biasanya turun lagi, karena biaya desain, izin dan mobilisasi terbagi ke kapasitas yang lebih besar. Angka pasti setelah survei; patokan lain ada di halaman harga.