PLTS Ground-Mount
Tidak semua pabrik punya atap yang cukup luas — tetapi banyak yang punya lahan kosong. PLTS ground-mount memanfaatkan lahan tak terpakai di area pabrik atau kawasan industri menjadi pembangkit listrik skala besar, dengan kebebasan menentukan kemiringan dan orientasi optimal yang tidak mungkin di atap.
Kami merancang sistem ground-mount dengan struktur baja galvanis hot-dip yang tahan korosi tropis, pondasi sesuai kondisi tanah (pile atau beton), dan tata letak yang meminimalkan self-shading antar baris. Untuk lahan luas, arsitektur inverter central memberikan biaya per kWp paling kompetitif.
Ukuran khas komersial
Proyek ground-mount kami umumnya 1 MWp hingga 10 MWp. Sebagai gambaran, 1 MWp ground-mount membutuhkan sekitar 1–1,5 hektar lahan tergantung jarak antar baris.
Komponen & lingkup
- Survei lahan, uji tanah dan desain pondasi.
- Struktur mounting baja galvanis dengan kemiringan optimal.
- Modul Tier-1, inverter central, trafo step-up dan koneksi ke jaringan.
- Jalan akses, drainase, pagar dan SCADA.
Untuk siapa
Pabrik dengan lahan kosong, kawasan industri yang ingin pembangkit bersama, dan perusahaan yang mengejar target energi terbarukan dalam jumlah besar.
Timeline & O&M
Proyek ground-mount MWp-scale umumnya 3–8 bulan dari desain hingga commissioning. O&M mencakup pembersihan modul, pengelolaan vegetasi dan inspeksi struktur.
ROI
Dengan biaya per kWp yang lebih rendah dan produksi yang dioptimalkan, ground-mount sering memberi LCOE terbaik — payback tipikal 6–9 tahun tergantung tarif dan offtake.
Estimasi harga (indikatif)
Patokan indikatif 2026 untuk PLTS ground-mount:
| Sistem | Tipe | Harga indikatif |
|---|---|---|
| Ground-mount 1–3 MWp | Turnkey EPC | Rp 9–10,5 juta / kWp |
| Ground-mount 3–10 MWp | Turnkey EPC | Rp 8,5–10 juta / kWp |
| Studi kelayakan + desain | Per proyek | Sesuai lingkup |
Indikatif — minta katalog untuk penawaran sesuai lahan Anda.
Untuk paket lengkap lihat layanan EPC kami. Kami aktif di kawasan industri Karawang, Cikarang dan Semarang.