PLTS Ground Mounted 1–10 MWp untuk Kawasan Industri

PLTS ground mounted dengan struktur baja galvanis di lahan pabrik kawasan industri

Kami merancang dan membangun PLTS ground mounted 1–10 MWp di lahan kosong pabrik dan kawasan industri — dari uji tanah dan desain pondasi, struktur baja galvanis hot-dip, modul Tier-1 dan inverter, sampai koneksi ke jaringan, izin PLN dan SLO dalam satu kontrak EPC. Kirim lokasi dan luas lahan via WhatsApp: kami balas dengan estimasi kapasitas, produksi tahunan dan kisaran biaya.

Ground-mount dipilih ketika atap pabrik sudah penuh atau tidak kuat, tetapi ada lahan yang belum terpakai. Keunggulannya: kemiringan dan orientasi modul bisa diatur optimal, perawatan lebih mudah dijangkau, dan untuk kapasitas besar arsitektur inverter central memberi biaya per kWp paling rendah.

Kebutuhan lahan per MWp

Sebagai patokan, 1 MWp PLTS ground mounted membutuhkan sekitar 1–1,5 hektar. Selisihnya ditentukan oleh jarak antar baris (supaya baris depan tidak membayangi baris belakang pada pagi dan sore hari), lebar jalan akses untuk perawatan, serta ruang untuk inverter, trafo dan drainase.

KapasitasLahan kira-kiraProduksi per tahun
1 MWp1–1,5 ha1.300–1.500 MWh
3 MWp3–4,5 ha3.900–4.500 MWh
5 MWp5–7,5 ha6.500–7.500 MWh
10 MWp10–15 ha13.000–15.000 MWh

Lahan tidak harus satu blok utuh: beberapa bidang di dalam pagar pabrik bisa digabung dalam satu sistem, asalkan jalur kabel ke titik sambung masuk akal. Lahan bekas timbunan, area rawan genangan atau tanah lunak tetap bisa dipakai — konsekuensinya ada di pilihan pondasi.

Pondasi: tiang pancang vs beton

Jenis pondasi ditentukan dari uji tanah (sondir/CPT dan bila perlu uji tarik tiang di lapangan), dan menjadi salah satu pos biaya serta jadwal terbesar.

  • Tiang pancang baja (driven pile / ground screw) — dipancang langsung tanpa cor, pemasangan paling cepat dan hampir tanpa pekerjaan tanah. Cocok untuk tanah lempung dan pasir padat.
  • Pondasi beton (bored pile atau cor setempat) — dipakai pada tanah lunak, timbunan atau lokasi berbatu yang tidak bisa dipancang. Lebih lama karena menunggu umur beton.
  • Blok pemberat (ballast) — untuk lahan yang tidak boleh digali, misalnya di atas lapisan kedap atau bekas area limbah; butuh perhitungan beban angin yang cermat.

Struktur galvanis & kemiringan

Struktur memakai baja galvanis hot-dip yang tahan korosi di iklim tropis dan dekat pesisir. Karena lokasi di Indonesia dekat khatulistiwa, kemiringan modul umumnya rendah — sekitar 10–15° menghadap utara untuk lokasi di selatan khatulistiwa — cukup untuk produksi optimal sekaligus membantu hujan membersihkan debu. Tinggi tepi bawah modul disesuaikan dengan level banjir rencana dan kebutuhan pengendalian rumput; untuk lahan rawan genangan, modul dinaikkan di atas level air tertinggi.

Harga per kWp ground-mount

Patokan indikatif 2026 untuk PLTS ground mounted, termasuk modul Tier-1, inverter, struktur, pondasi standar, kabel, commissioning dan izin PLN:

SistemTipeHarga indikatif
Ground-mount 1–3 MWpTurnkey EPCRp 9–10,5 juta / kWp
Ground-mount 3–10 MWpTurnkey EPCRp 8,5–10 juta / kWp
Studi kelayakan + desainPer proyekSesuai lingkup

Indikatif — angka pasti setelah uji tanah dan survei lahan.

Contoh: sistem 2 MWp berada di kisaran Rp 18–21 miliar. Yang paling sering menggeser angka: kondisi tanah (tiang pancang vs beton), pekerjaan tanah dan drainase, pagar keliling, serta jarak dari lahan ke titik sambung — jalur kabel tegangan menengah yang panjang dan trafo step-up dihitung terpisah. Payback tipikal 6–9 tahun, tergantung tarif listrik dan porsi energi yang terpakai sendiri. Tabel lengkap per ukuran sistem ada di halaman harga PLTS.

Izin & koneksi PLN

PLTS ground mounted di lahan pabrik untuk pemakaian sendiri diperlakukan sebagai pembangkit untuk kepentingan sendiri yang beroperasi paralel dengan jaringan PLN. Umumnya diperlukan persetujuan operasi paralel dari PLN, Sertifikat Laik Operasi (SLO) sebelum sistem beroperasi, dan untuk kapasitas besar izin usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan sendiri (IUPTLS). Ketentuan persisnya kami cek pada tahap studi kelayakan, karena menentukan desain proteksi, pengaturan ekspor (umumnya zero-export) dan jadwal proyek. Pengurusan dokumen teknis dan SLO termasuk dalam lingkup EPC kami.

Lingkup kerja & jadwal

  • Survei lahan, uji tanah dan desain pondasi.
  • Struktur mounting baja galvanis dengan kemiringan optimal.
  • Modul Tier-1, inverter central atau string, trafo step-up dan koneksi ke jaringan.
  • Jalan akses, drainase, pagar dan SCADA.

Proyek MWp-scale umumnya 3–8 bulan dari desain hingga commissioning. O&M mencakup pembersihan modul, pengendalian vegetasi dan inspeksi struktur. Kami aktif di kawasan industri Karawang, Cikarang dan Semarang.

Minta Katalog Ground-Mount via WhatsApp

PLTS Ground Mounted — Pertanyaan Umum

Berapa luas lahan untuk 1 MWp?
Sekitar 1–1,5 hektar tergantung jarak antar baris untuk menghindari shading dan akses pemeliharaan.
Apakah tanah perlu diuji dulu?
Ya — uji tanah menentukan jenis pondasi (pile pancang atau beton), yang berdampak signifikan pada biaya dan jadwal.
Bagaimana dengan banjir atau tanah lunak?
Kami sesuaikan tinggi struktur dan jenis pondasi. Untuk lahan rawan banjir, modul dinaikkan di atas level air rencana.
Apakah bisa dikombinasi dengan atap?
Bisa — banyak klien memadukan PLTS atap untuk self-consumption dengan ground-mount untuk kapasitas tambahan.

Kirim Tagihan PLN 3–6 Bulan + Luas Atap → Studi Kelayakan Gratis

Dari data itu tim teknik kami menghitung kapasitas kWp, produksi tahunan, penghematan dan payback untuk pabrik Anda, lalu menyurvei atap dan struktur. EPC dari survei sampai SLO dalam satu kontrak.

Kirim Data via WhatsApp