PLTS Karawang: PLTS Atap & Ground-Mount untuk Pabrik Otomotif
Karawang adalah sabuk pabrik otomotif, komponen, baja dan kimia di timur Jawa Barat — KIIC di Telukjambe, Suryacipta dan KIM (Mitrakarawang) di Ciampel, hingga Indotaisei di sisi Cikampek. Banyak lini produksi di sini berjalan dua sampai tiga shift, sehingga konsumsi listrik tetap tinggi setelah matahari terbenam. Karena itu PLTS Karawang jarang menutup seluruh kebutuhan pabrik; perannya memotong pembelian kWh siang dari PLN UID Jawa Barat, dan bila perlu dipadukan dengan baterai untuk jam puncak.
Kami menangani EPC lengkap: studi kelayakan dari tagihan 12 bulan dan data beban per 15 menit (bila tersedia dari meter pabrik), desain atap dan ground-mount, suplai, instalasi, persetujuan PLN dan SLO.
Pabrik tiga shift, jam puncak WBP & peran baterai
Tagihan pabrik golongan I-3/TM terdiri dari kWh jam luar beban puncak (LWBP) dan jam beban puncak (WBP, pukul 17.00–22.00) yang dikenai faktor pengali. PLTS hanya berproduksi siang, jadi yang digantikan adalah kWh LWBP. Untuk memotong WBP diperlukan baterai (BESS) yang diisi siang dan dikosongkan sore — layak bila selisih biaya WBP cukup besar atau lini kritis butuh cadangan daya. Pabrik besar yang tersambung tegangan tinggi (golongan I-4/TT) membayar tarif per kWh lebih rendah daripada I-3/TM, sehingga payback-nya lebih panjang; ini kami tunjukkan terbuka di studi kelayakan.
Atap pabrik & lahan cadangan untuk ground-mount
Hall pabrik otomotif di KIIC dan Suryacipta umumnya beratap baja dengan ventilasi atap dan crane di dalam bangunan. Beban PLTS sekitar 12–15 kg/m² kami cek terhadap gording dan beban crane yang sudah ditanggung rangka. Area pengecatan dan cerobong pembuangan menghasilkan debu dan uap yang mengotori modul, sehingga zona di dekatnya kami hindari atau kami beri jadwal pembersihan lebih rapat.
Banyak pabrik juga menyimpan lahan cadangan ekspansi. Lahan ini cocok untuk PLTS ground-mount berstruktur bongkar-pasang, sehingga panel bisa dipindah bila kelak lahan dibangun gedung baru.
Contoh perhitungan 750 kWp untuk pabrik tiga shift
Contoh ilustrasi, bukan proyek nyata — pabrik komponen golongan I-3/TM dengan konsumsi 700.000 kWh per bulan, beban siang tidak pernah turun di bawah 1 MW:
| Item | Nilai |
|---|---|
| PLTS atap terpasang | 750 kWp |
| Investasi EPC (Rp 9–11 juta/kWp) | Rp 6,75–8,25 miliar |
| Produksi tahunan (1.300–1.400 kWh/kWp) | 975.000–1.050.000 kWh |
| Porsi dari konsumsi tahunan 8,4 juta kWh | ± 11,6–12,5% |
| Penghematan per tahun (≈ Rp 1.100/kWh LWBP, perkiraan) | Rp 1,07–1,16 miliar |
| Payback sederhana | ± 5,8–7,7 tahun |
Karena produksi PLTS jauh di bawah konsumsi, seluruh kWh surya terpakai sendiri dan tidak ada ekspor. Kapasitas bisa dinaikkan bertahap — atap tambahan atau ground-mount — selama masih dalam batas daya tersambung. Harga per kWp untuk tiap kelas kapasitas tercantum di halaman harga.